Renungan Seorang Istri

Berikut ada renungan dari Emak guwe,

sgt mberkati dan menegur jg, memasuki anniv pertama, ku gagal.. gagal karna keukeuh brharap pasangan jd sprti yg aku pengen, 

ku harusnya fokus utk membentuk diri mjd serupa Kristus, krna perubahan dan pertumbuhan adalah karya nya Sang Pencipta.

baik laaahh smgattt bangkit lagiii..

"Ketika kita memilih pasangan hidup dan menikah dgnya, dua pribadi yg tlh menjadi satu, masing-masing pribadi tlh memiliki mindset tersendiri ttg pasangannya. Saya ingin memiliki pasangan hrs sempurna (tdk bercela), harus menjadi teladan buat anak2 nantinya. Diharapkan pasangannya dpt memenuhi seluruh kebutuhannya. 


Apakah semua itu salah krn mengharapkan yg terbaik dr pasangannya?  Perlu diingat bhw pasangannya jg manusia yg tdk sempurna dan memiliki sejmh kekurangan dan mgk sewaktu waktu bs bertindak bodoh atau salah.


Semua harapan kita hrs didukung oleh pengertian akan Firman Tuhan yg benar dan kasih. Sama spt diri kita, pasangan kita jg adlh orang2 yg membutuhkan pengampunan dari Tuhan dan kita pasangannya. Ingatlah hal ini: "Barangsiapa di antara kamu tdk berdosa (bercela), hendaklah ia yg pertama melemparkan batu (menuduh, mencela, mencaci, mengkritik,  dsb) kpd perempuan itu (suami, istri, atau yg lain)" Yoh 8:7.


Jgnlah kita membentuk pasangan atau anak kita sesuai dg konsep kita. Tuntutan kita spt ini srgkali menggambarkan ketdk mampuan kita sendiri utk menaati Firman Tuhan. Kita menuntut pasangan kita berubah, tapi kita sendiri tdk berubah, hati dan mindset tetap mengeras. Renungkan dg sgh Rm 12:1-2, "berubahlah melalui pembaharuan budimu", engkau akan memiliki daya utk mempengaruhi pasangan atau anak kita.


Menjadi terang utk melenyapkan kegelapan disekitar kita. Menjadi garam utk mencegah kebusukan disekitar kita. Harus mulai dr diri sendiri sebelum kita mengharap kan pasangan kita utk berubah. Selamat berdoa,  Tuhan Yesus memberkati kita semua ❤🌹🙏"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unspeakable

LOST..

titik terang!